oleh

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Anjangsana ke Pengrajin Kulit Kayu dalam Gali Potensi Wilayah Perbatasan

Info-satu.com, Bengkayang, Kalbar – Anjangsana merupakan salah satu metode kegiatan teritorial yang dapat menciptakan suasana harmonis antara TNI dengan masyarakat, melalui anjangsana akan diperoleh data tentang situasi dan kondisi wilayah baik dari segi Geografi, Demografi maupun Kondisi Sosial masyarakat.

Melalui anjangsana Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns menggali potensi wilayah yang ada di perbatasan Kalbar agar dapat dikembangkan kedepanya, seperti yang dilakukan oleh Pos Sentabeng yang meninjau pembuatan kerajinan tangan berupa kain yang terbuat dari bahan dasar kulit kayu di Dusun Sentabeng, Desa Sekida, Kec, Jagoi Babang, Kab. Bengkayang.

Hal ini dikatakan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kab. Sanggau, Selasa (4/1/2022).

BACA JUGA:   Babinsa Musuk Memantau dan Mengawasi Pembagian BLT

Lebih lanjut Dansatgas mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk melihat potensi wilayah yang dimiliki warga, khususnya kepada warga yang memiliki kemampuan dalam kerajinan tangan. Sehingga dapat dikembangkan secara lebih lanjut dan dipasarkan dengan cara yang tepat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain memberikan pelayan kepada masyarakat, kami juga berupaya mencari potensi wilayah yang menjadi salah satu prioritas Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns. Ini merupakan salah satu prioritas yang kami lakukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan,” ujar Dansatgas.

Terpisah Danpos Sentabeng Serka Sumarsono mengatakan kegiatan anjangsana sambil membantu pembuatan kain dari kulit kayu yang bertujuan untuk meningkatkan usaha dan perekonomian masyarakat juga untuk melestarikan budaya di wilayah perbatasan.

BACA JUGA:   TNI Sukses Membujuk Milisi untuk Serahkan Diri di Kongo karena Pandai Mengambil Hati

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya, serta menjadi ajang silaturahmi dan menambah keakraban dengan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan RI-Malaysia,” ujar Danpos.

Bapak Dulhadi (47) salah satu pengrajin kulit kayu mengatakan proses pembuatan kulit kayu ini sangat sulit mulai dari mencari bahan, merendam sampai dengan menjadi bahan kain yang dapat digunakan untuk kerajinan tangan seperti baju, tas dan lain-lain.

“Saya sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns ke tempat kami, semoga kedepan hasil kerajinan tangan kami dapat di promosikan oleh personel Satgas Pamtas,” ujarnya. (Pen Satgas Pamtas 643).

(I-S/CS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.